Megawati Belum Move On Soal Pemimpin, Agama dan Pemerintahan 

Lagi-lagi anak dari mantan Presiden Soekarno itu menyinggung soal agama, pemimpin dan pemerintahan.

Megawati Belum Move On Soal Pemimpin, Agama dan Pemerintahan 

Jakarta, BerlimaNews - Perhelatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara serentak, rupanya membuat pusing Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri.

Betapa tidak, seperti NasDem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Golkar yang kompak mengusung Ridwan Kamil untuk Pilgub Jawa Barat. Demikian juga dengan Partai Amanat Nasional (PAN) yang mengusung Deddy Mizwar di ajang Pilgub dalam wilayah yang sama. Kemudian, ada Khofifah Indar Parawansa yang diusung NasDem bertarung di Pilgub Jawa Timur. 

Megawati juga sepertinya belum bisa move on terkait pilkada dan agama. Lagi-lagi anak dari mantan Presiden Soekarno itu menyinggung soal agama, pemimpin dan pemerintahan. "Memilih pemimpin itu kan untuk pemerintahan. Bukan untuk memilih pemimpin agama. Kalau agama, kita serahkan kepada pendeta kan untuk memimpin agamanya. Di sini ada pendeta, ya kita serahkan kepada dia. Kalau pemimpin ini kan untuk tata pemerintahan," kata Megawati di Kantor DPP PDI Perjuangan, Sabtu (11/11).

Menurutnya, memilih calon yang akan diusung untuk Pilkada Serentak bukan perkara mudah. Apalagi bagi seorang ketua umum seperti dirinya. Ia diharuskan memilih atas penilaian objektif bukan subjektif. 

"Saya berulang kali bilang PDIP harus cari pemimpin di suatu wilayah. Insya Allah kalau dia bisa jadi. Dan ternyata itu tidak mudah. Mengatakan pada diri sendiri jangan bersifat subjektif tapi objektif. Tidak ada like atau dislike. Dan harus positif. Dan ternyata tidak mudah," kata Megawati.

Terdapat dua hal yang dikedepankan yaitu proses menjadikan calon itu sah jadi pemenangan. Dan kedua apakah dia mampu ketika diserahkan tugas selama lima tahun. "Saya mencoba memberikan yang terbaik," tegas Megawati.

Tak hanya itu, kesigapan dan kecepatan parpol lain dalam menentukan bakal calon saat pilkada juga membuat nyali Megawati ciut. "Makannya mungkin kalau dilihat, partai ini gabungan partai ini sudah punya calon. Wah saya mulai ciut saja. Dan saya tetap berpegang sebagai ketum kemenangan ini bukan untuk orang itu tapi untuk PDIP, masyarakat," ujarnya.