Pembelajaran Bercerita Berbasis Audio Visual untuk Meningkatkan Kemampuan Menyimak dan Berbicara Pada Anak Usia Dini

Bahasa anak usia dini yakni bahasa yang dipakai anak untuk menyampaikan keinginan, pikiran, harapan, permintaan untuk dirinya sendiri.

Pembelajaran Bercerita Berbasis Audio Visual untuk Meningkatkan Kemampuan Menyimak dan Berbicara Pada Anak Usia Dini

Gambar ilustrasi

Pengembangan kemampuan berbahasa pada anak usia dini di Taman Kanak-kanak adalah agar anak didik mampu berkomunikasi secara lisan dengan lingkungannya. 

Bahasa anak usia dini yakni bahasa yang dipakai anak untuk menyampaikan keinginan, pikiran, harapan, permintaan untuk dirinya sendiri. 

Menurut Tarigan (2008 : 31) menyatakan bahwa menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta intrepretasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi atau pesan, serta memahami makna komunikasi yang telah disampaikan pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan.

Keterampilan menyimak harus dikembangkan  melalui stimulasi-stimulasi dan latihan-latihan karena keterampilan berbahasa tidak dapat dimiliki secara optimal termasuk menyimak di dalamnya kalau tidak dikembangkan dan dilatihkan.

Media mempunyai arti cukup penting, karena dalam kegiatan tersebut ketidak jelasan bahan yang disampaikan dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara. Pada awalnya media pembelajaran hanya sebatas alat bantu visual. 

Sekitar pertengahan abad ke-20, usaha pemanfaatan visual dilengkapi dengan digunakannya alat audio, sehingga lahirnya alat bantu audio-visual. Selain itu, dunia telah berada pada era informasi dan komunikasi. Era informasi ditandai oleh pesatnya perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), khususya radio, televisi, komputer, dan internet. 

Media audio visual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik, karena meliputi kedua jenis media auditif (mendengar) dan visual (melihat). Menurut Arsyad “Media berbasis audio visual adalah media visual yang mengandung penggunaan suara tambahan untuk memproduksinya”. Adapun beberapa contoh media audio visual yaitu Laptop, Komputer, Proyektor dan lain lain.

Kemampuan berbicara pada anak usia dini sangat mempengaruhi aspek perkembangan lainnya karena jika anak mampu berbicara atau mengungkapkan perasaannya secara lisan maka orang di sekitarnya akan mudah mengerti apa yang menjadi keinginan dari anak. 

Salah satu media yang paling efektif untuk melatih kemampuan menyimak dan berbicara pada anak usia dini yaitu Media Audio Visual, karena dengan media ini perhatian anak lebih focus dan merangsang anak untuk meniru apa yang mereka lihat dan mereka dengar.

Adapun kelebihan dari model pembelajaran bercerita berbasis Media Audio Visual diantaranya yaitu :
1. Mendorong minat belajar anak
2. Meningkatkan perhatian/focus anak
3. Mengurangi kebosanan anak
4. Melengkapi sumber belajar yang lain
5. Menambah variasi metode mengajar
6. Menghemat waktu
7. Meningkatkan keingintahuan anak

Adapun kekurangan dari model pembelajaran bercerita berbasis AudioVisual diantaranya yaitu :

1. Biayanya relative mahal karena membutuhkan alat seperti Laptop dan Proyektor
2. Apabila terjadi kendala pada Komputer atau alat lainnya akan menghambat proses pembelajaran
3. Kurang interaksi dengan guru karena komunikasi satu arah
4. Perlu menyeting ruangan agar gambar dan suaranya jelas
5. Membutuhkan aliran listrik

Oleh:
Rafiqah Fauziyah, S.Pd
Guru TK. Pertiwi Manimeri 
Kabupaten Teluk Bintuni – Papua Barat