Belajar Secara Efektif Dengan Metode Jigsaw

Maksud dari pembelajaran kooperatif Jigsaw adalah tipe pembelajaran yang mendorong siswa aktif dan saling membantu dalam menguasai materi pembelajaran untuk memperoleh hasil prestasi yang maksimal

Belajar Secara Efektif Dengan Metode Jigsaw

Foto oleh Afinda dari siswa kelas 4, SDN Girimoyo 02

Belajar adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh seseorang untuk meningkatkan pengetahuan yang sebelumnya belum diketahui. Dalam kegiatan pembelajaran, setiap orang pasti memiliki perbedaan dalam metode belajarnya. 

Metode merupakan cara seorang pendidik dalam melakukan pembelajaran kepada peserta didik yang sesuai dengan kemampuan dan secara sistematis. Metode dalam pembelajaran itu juga beragam, salah satunya adalah metode belajar Jigsaw. 

Seperti apa metode belajar Jigsaw?

Menurut Rusman Jigsawadalah, metode belajar Jigsaw merupakan model pembelajaran yang kooperatif serta menitikberatkan pada kerja kelompok siswa dalam membentuk kelompok kecil. Maksud dari pembelajaran kooperatif Jigsaw adalah tipe pembelajaran yang mendorong siswa aktif dan saling membantu dalam menguasai materi pembelajaran untuk memperoleh hasil prestasi yang maksimal (Isjoni, 2009:77). Jadi metode belajar Jigsaw itu sendiri lebih mengarah pada keaktifan peserta didik untuk saling berinteraksi dan membantu temannya. 

Siswa yang sudah paham dengan materi yang di ajarkan, maka harus mengajarkan lagi pada siswa di kelompoknya yang belum paham. Seperti halnya materi pelajaran disajikan kepada siswa dalam bentuk teks dan setiap siswa bertanggung jawab atas penguasaan bagian materi belajar dan mampu mengajarkan bagian materi tersebut kepada anggota kelompok lainnya (Arends, 1997 dalam Ratumanan, 2004:143). Dengan demikian siswa harus saling tolong menolong dan tergantung satu sama lain dan harus bekerjasama secara kooperatif serta sangat efektif. 

Pada metode pembelajaran Jigsaw ini, pendidik harus menerapkan metode Jigsaw tersebut dengan baik. Beberapa hal yang harus dilakukan oleh pendidik antara lain, lebih memusatkan perhatian kepada peserta didiknya, memotivasi peserta didik, menyampaikan langkah pada pembelajaran Jigsaw, kemudian menjelaskan bahwa setiap anggota dalam kelompok harus saling bekerjasama. 

Tujuan dari metode Jigsaw ini juga berpusat kepada siswa agar saling berdiskusi, mengerjakan tugas bersama, bertukar pendapat, memecahkan masalah, serta mampu berpikir secara rasional. Sehingga siswa termotivasi dan percaya diri kepada sesama anggota.

Jadi metode pembelajaran Jigsaw cukup efektif untuk diterapkan. Namun ada juga beberapa hal yang menjadi kekurangan pada metode tersebut. Menurut Hamdayana (2014, hlm. 83) dan Ibrahim (dalam Masjid, 2013, hlm. 184) siswa yang lebih aktif cenderung akan mengontrol jalannya diskusi dan siswa yang kurang aktif merasa kurang sehingga kepercayaan terhadap diri sendiri itu kurang, kemudian jika siswa yang kemampuan berpikirnya rendah akan mengalami kesulitan untuk menjelaskan materi apabila ditunjuk sebagai tenaga ahli. 

Dari beberapa kekurangan tersebut, mungkin sebagai pendidik harus dapat lebih mengawasi setiap kelompok peserta didik agar kelompok mampu mengatasi masalah tersebut dan setiap anggota kelompok mampu dalam mengerjakan materi yang telah diberikan. Karena tujuan dari metode Jigsaw adalah untuk melatih setiap siswa agar mampu mengatasi masalah dan saling bekerjasama serta memiliki rasa sosial agar perserta didik mampu terjun ke masyarakat.


Oleh:
Afinda Diyah Pramesti
Universitas Muhammadiyah Malang
Mahasiswi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan
Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar