‘Kiamat’ Bintang Disaksikan Kali Pertama Astronom Lewat Teleskop

Biasanya, supernova hanya terdeteksi setelah mereka runtuh. Namun, ilmuwan dikabarkan mengamati bintang merah super ini lebih 100 hari sebelum meledak dan mati.

‘Kiamat’ Bintang Disaksikan Kali Pertama Astronom Lewat Teleskop

Jakarta, RadarKota - Ledakan bintang merah atau supernova super raksasa yang ditangkap teleskop di W.M Observatorium Keck di Mauna Kea, Hawaii, disaksikan kali pertama dalam sejarah ilmuwan astonomi.

SN 2020tlf, demikian ilmuwan memberi nama bintang merah raksasa itu, terlihat kali pertama pada musim panas 2020. Sejak saat itu, bintang merah raksasa dipantau banyak ilmuwan.

Raksasa merah super berukuran 10 kali lebih besar dari Matahari kita, dan terletak 120 juta tahun cahaya dari Bumi. Sebagai perspektif, satu tahun cahaya adalah jarak yang dapat ditempuh cahaya dalam 365,25 hari.

Biasanya, supernova hanya terdeteksi setelah mereka runtuh. Namun, ilmuwan dikabarkan mengamati bintang merah super ini lebih 100 hari sebelum meledak dan mati.

“Bintang itu terdeteksi pada musim panas tahun 2020 selama survei yang dilakukan teleskop Pan-STARRS Universitas Hawaii,” kata Jacobson Galan, peneliti pascasarjana NSF di UN Berkeley.

Astronom menggambarkan visual kematian raksasa merah sebagai kilatan cahaya super besar, dan gumpalan gas raksasa meledak dari permukaan bintang. Pertunjukan itu mengejutkan para astronom karena pengamatan sebelumnya tidak menghasilkan visual seperti itu.

Pakar astrofisika Raffaella Margutti, penulis senior studi supernova, megnatakan; “Kami tidak pernah mengkonfirmasi aktivitas kekrasan seperti ini di bintang merah super raksasa yang sekarat. Kini, kami melihat bagaimana ledakan bintang menghasilkan emisi sangat terang, kemudian runtuh dan terbakar.”

Siklus hidup sebagian besar bintang mengikuti jalur ini; protobintang, bintang deret utama, setelah itu — tergantung ukurannya — bintang merah ruper raksasa (red giant), dan akhirnya runtuh menjadi supernova sebelum menjadi lubang hitam atau bintang neutron.

Jacobson-Galan sangat gembira. “Deteksi langsung aktivitas pra-supernova pada bintang superraksasa merah belum pernah diamati sebelumnya dalam supernova Tipe II biasa. Kali pertama kami menyaksikan bintang merah super raksasa meledak.”

Menurut Office of Science, keruntuhan bintang raksasa begitu kuat sehingga menciptakan inti atom baru. Supernova adalah salah satu sumber asli unsur yang lebih berat dari besi. Besi dalam darah kita dapat ditelusuri ke supernova yang terjadi sebelum kelahiran Matahari kita.