Muntah Abu Gunung Semeru, Masyarakat jangan Pulang Dulu

Dampak dari awan panas dan hujan abu Gunung Semeru, sejumlah ruas jalan tertutup material vulkanik, sejumlah vegetasi di daerah aliran lahar menggalami kerusakan serta banyak pohon tumbang dan mati.

Muntah Abu Gunung Semeru, Masyarakat jangan Pulang Dulu

Kondisi pemukiman penduduk pasca erupsi Gunung Semeru

Jakarta, RadarKota - Aktivitas Gunung Merapi tergolong masih rawan. Terlebih menurut data pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), erupsi Gunung Semeru tercatat di seismogram amplitude maksimum 24 mm durasi 240 detik. 

PVMBG juga mencatat ada satu kali letusan dengan amplitude 13 mm dan durasi 80 detik. Akibatnya, puncak gunung terlihat menggeluarkan awan panas yang membuat hujan abu kembali turun.

Menurut Kepala Seksi Operasi dan Siaga PVMBG, I Wayan Fiatna, sejak pagi Gunung Semeru mengalami erupsi kembali yang membuat hujan abu turun kembali. "Kami telah mengerahkan 5 tim yang terdiri dari semua unsur SAR yang ada, baik itu TNI, POLRI dan BPBD serta relawan lainya. Hujan abu ini membuat tim penyelamat mengalami kesulitan dalam pencarian korban," ujarnya.
 
Dampak dari awan panas dan hujan abu Gunung Semeru, sejumlah ruas jalan tertutup material vulkanik. Selain itu, sejumlah vegetasi di daerah aliran lahar menggalami kerusakan serta banyak pohon tumbang dan mati. Di beberapa titik, sambung Wayan, aliran lahar masih terdapat kepulan asap.

Wayan mengimbau kepada masyarakat untuk mematuhi kebijakan atau rekomendasi yang dikeluarkan PMVNG. Sebab menurutnya, ada masyarakat pengungsi yang nekat kembali ke rumah meski hal tersebut sangat berbahaya karena aktivitas Gunung Semeru belum stabil. Masyarakat juga dihimbau untuk selalu menggunakan masker sebagai alat perlindungan pernafasan. 

Artikel ini dikirim oleh: 
Novi Hera Ardila, mahasiswa semester 1 Fakultas S1 Keperawatan UPI Kampus Sumedang