Fastron Enduro Pahami Kebutuhan Setiap Pemilik Motor

Ali dan Hambali adalah dua dari sekian juta pengguna motor sebagai alat transportasi dan produksi di Indonesia. Keduanya mewakili pengetahuan masyarakat akan brand oli.

Fastron Enduro Pahami Kebutuhan Setiap Pemilik Motor

RadarKota - Seorang kawan bertanya kepada beberapa teman mengenai berapa jumlah brand pelumas yang beredar di Indonesia, dan berapa yang mereka ketahui atau ingat?

Lima orang yang ditanya menggeleng saat ditanya jumlah brand pelumas yang beredar di Indonesia. Mereka juga hanya bisa menyebut beberapa brand, dan jumlahnya tidak lebih dari jari kedua tangan. Yang menarik, Fastron selalu disebut pertama atau kedua.
 
Hambali, warga Bogor berusia 40 tahun, menggunakan motor hanya beberapa kali, yaitu saat masih baru dan dapat servis gratis. Hambali tidak fanatik pada satu merk, tapi oli pertama yang dia kenal adalah produksi Pertamina. 

Seperti Hambali, Ali, pengojek yang biasa nongkrong di Duri Kepa, Jakarta Barat, menjadikan oli produksi Pertamina sebagai pilihan pertama. "Tapi jika kebetulan di bengkel kecil tidak ada oli buatan Pertamina, terpaksa pakai yang lain," kata Ali.

Hambali dan Ali adalah pemilik motor dengan kegunaan berbeda. Hambali menggunakan motor sebagai alat transportasi. Ali, sesuai profesinya, menjadikan motor sebagai alat produksi. 

Tuan di Negeri Sendiri

Ali dan Hambali adalah dua dari sekian juta pengguna motor sebagai alat transportasi dan produksi di Indonesia. Keduanya mewakili pengetahuan kebanyakan masyarakat akan brand oli.

Dari sedikit yang diketahui tentang oli, Ali dan Hambali setidaknya mengikuti produk oli keluaran Pertamina. Termasuk Fastron Enduro. Keduanya, mungkin bagian kecil dari pemilik motor yang berkontribusi menjadikan oli produk PT Pertamina Lubricants sebagai tuan di negeri sendiri.

Unit bisnis pelumas Pertamina berjalan sejak 1957. Tahun 2013 dilepas sebagai anak usaha dengan nama PT Pertamina Lubricants. Tahun 2001, ketika pemerintah membuka keran persaingan pasar pelumas, muncul 200 brand. Setiap fabrikan sepeda motor mengeluarkan pelumas, belum lagi pelumas asing.

Menariknya, PT Pertamina Lubricants menguasai lebih 50 persen pangsa pasar. Sukses ini dicapai lewat dua hal; pelumas Pertamina dikenal sebagai oli dengan bahan baku terbaik, dan dijajakan dengan jaringan sangat luas juga mudah dicari. "Fastron Enduro yang saya pakai bisa diperoleh di mana saja," ujar Ali.

Agung Prabowo, techincal specialist PT Pertamina Lubricants, mengatakan Fastron Enduro dengan enam variannya dibuat untuk memenuhi kebutuhan inovasi teknologi produsen otomatif. Kompresi mesin kendaraan semakin tinggi yang membuat motor lebih efisien. 

Dijelaskannya, pelumas memiliki tiga fungsi; lubricate (pelumas), cool (pendingin), dan clean (pembersih). Satu saja fungsi tidak terpenuhi akan mempengaruhi kinerja mesin.

PT Pertamina Lubricants mengeluarkan enam varian Fastron Enduro untuk mengantisipasi kebutuhan semua motor berbagai merk. Enduro Matic G SAE 20W-40 misalnya, untuk motor matik empat langkah.

Enviro 2T SAE 20 untuk mesin dua langkah dengan sistem pendingin udara. Enduro Matic SAE 10W-30 untuk mesin yang beroperasi pada kecepatan tinggi semua merk.

Enduro 4T Racing SAE 20W-50 untuk mesin yang membutuhkan perlindungan, dan akselerasi optimal. Enduro 4T Racing 10W-40 untuk mereka yang mengkhawatirkan slip pada kopling.

Terakhir, Enduro 4T Sport SAE 5W-30 untuk yang suka balapan, atau untuk mesin motor empat langkah kopling basah.

Seperti orang Korea Selatan yang menjadikan semua produk dalam negeri sebagai gaya hidup, pengemudi motor di Indonesai bisa melakukan hal serupa dengan memilih salah satu Fastron Enduro. Sebab, terlalu banyak alasan untuk semua itu.

Salah satunya, Fastron Enduro memahami kebutuhan setiap pemilik sepeda motor. (amn)