PWNU Targetkan Bedah 12 Rumah

Menurutnya, program bedah rumah yang dilakukan NU menyasar rumah ustad atau ustadzah agar nyaman dalam memimpin taklim.

PWNU Targetkan Bedah 12 Rumah

Ketua PWNU DKI yang juga Sekda DKI Jakarta melakukan peletakan batu pertama dalam kegiatan bedah rumah di Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat

Jakarta, RadarKota - Ketua PWNU DKI Jakarta yang juga menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, mengungkapkan bahwa salah satu problem di Jakarta adalah pembangunan rumah yang tidak sebanding dan merata jika dibandingkan dengan gedung pencakar langit.

Oleh karena itu, untuk memperkecil ketimpangan tersebut, salah satu program Pemprov DKI adalah dengan membangun rumah susun (rusun) agar warga Jakarta memiliki tempat tinggal yang layak.

Hingga kini, masih ada tujuh ribu unit rusunawa yang kosong dan bisa dimanfaatkan warga Jakarta sebagai tempat tinggal. 

"Gubernur juga hari ini akan resmikan rumah DP 0, ada 780 unit yang tersedia," ujar Saefullah saat melakukan bedah rumah milik Ustadzah Marfu'ah, yang dilakuan PWNU DKI Jakarta di kawasan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu, 31 Agustus 2019.

Untuk dapat tinggal di rusun, sambung Saefullah, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. 

Pertama, penghasilan minimal 7 juta (suami istri), tidak memiliki catatan utang dan tinggal di DKI minimal dua tahun. 

Menurut Saefullah, Nahdlatul (NU) sendiri sejak tahun lalu sudah memulai melakukan program yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat terkait tempat tinggal. Program yang dimaksud adalah bedah rumah. 

Program yang dilakukan secara bertahap ini, sejak awal tahun hingga bulan Juli sudah melakukan enam kali kegiatan bedah rumah. 

Ditegaskan Saefullah, hingga akhir tahun nanti rencananya ada sebanyak 6 kali lagi kegiatan bedah rumah yang akan dilakukan. Sehingga total rumah yang dibedah ada sebanyak 12 rumah.

Menurutnya, program bedah rumah yang dilakukan NU menyasar rumah ustad atau ustadzah agar nyaman dalam memimpin taklim. "Kita bantu Pemda menyelesaikan persoalan rumah di Jakarta," katanya.

Kader NU, lanjut Saefullay, sangat penting untuk terus memberikan bimbingan keagamaan pada masyarakat  menjalankan agama dan mengaplikasikannya dalam hidup bermasyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Kota (Sekko) Jakarta Barat, Eldi Andi yang mewakili Walikota Jakarta Barat Rustam Effendi menambahkan, Pemkot Jakarta Barat berterimakasih dengan adanya program bedah rumah yang dilakukan PWNU DKI Jakarta. Dia berharap, program tersebut bisa berkelanjutan dilakukan di Jakbar. "Semoga bisa bermanfaat untuk masyarakat Jakarta umumnya dan warga Jakarta Barat khususnya," ujar Eldi.