Warga Cengkareng Elok Dilatih Cara Memadamkan Kebakaran

Para warga yang mengikuti kegiatan tersebut diajarkan bagaimana cara memadamkan api, jika kebakaran yang terjadi dalam skala kecil.

Warga Cengkareng Elok Dilatih Cara Memadamkan Kebakaran

Jakarta, RadarKota - Sebagai upaya mencegah terjadinya kebakaran, petugas Suku Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Jakarta Barat wilayah Kecamatan Cengkareng, melakukan sosialisasi pencegahan kebakaran dan simulasi pemadaman.

Kegiatan tersebut dilakukan di Perumahan Cengkareng Elok, Kelurahan Cengkareng Timur, Jakarta Barat. Puluhan warga setempat ikut hadir dalam kegiatan itu. Dalam kesempatan tersebut, petugas damkar menyampaikan faktor apa saja yang bisa menjadi pemicu kebakaran. Selain itu, para warga yang mengikuti kegiatan tersebut juga diajarkan bagaimana cara memadamkan api, jika kebakaran yang terjadi dalam skala kecil.

Menurut Daryana, petugas damkar wilayah Kecamatan Cengkareng, jumlah peristiwa kebakaran di Jakarta Barat saat ini paling banyak terjadi di wilayah Kecamatan Cengkareng. "Sebelumnya, peristiwa kebakaran di Jakarta Barat terbanyak terjadi di wilayah Tambora. Tapi kini bergeser, jumlah peristiwa kebakaran terbanyak terjadi di wilayah Cengkareng," ujarnya kepada radarkota.com, Minggu, 17 Februari 2019.

Dijelaskannya, pemicu utama kebakaran paling banyak disebabkan karena konsleting listrik. Selanjutnya, kompor atau gas bocor juga menjadi penyebab terbanyak pemicu kebakaran. Daryana mengimbau agar masyarakat lebih hati-hati dan teliti terhadap instalasi listrik di rumah masing-masing dan juga peralatan memasak, dalam hal ini kompor dan tabung gas.

Untuk itu, sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat saat ini gencar melakukan pemeriksaan sambungan listrik di sejumlah lokasi untuk mencegah semakin banyaknya peristiwa kebakaran.

Berdasarkan data sementara dari Sudin Penanggulangan Kebakaran Kota Jakarta Barat, sampai akhir Juni 2018 tercatat ada 146 musibah kebakaran di wilayah Jakarta Barat.

Angka tersebut meningkat 13 kasus dibanding tahun 2017 dimana ada 133 kebakaran ‎yang terjadi di Jakarta Barat dalam kurun waktu enam bulan pertama.

‎Berdasarkan penyebarannya, wilayah Kecamatan Cengkareng menjadi wilayah yang paling banyak terjadi kebakaran dengan 27 kasus. Adapun mayoritas penyebab kebakaran di wilayah Jakarta Barat adalah masalah korsleting listrik.

Kasie Pengendali Kebakaran, Sudin Penanggulangan Kebakaran Kota Jakarta Barat ‎Rompis Romlih mengakui jumlah kebakaran di wilayahnya dalam semester pertama tahun ini memang meningkat dibanding tahun lalu.

Meski jumlahnya meningkat, Rompis menyebut kebakaran-kebakaran yang terjadi tahun ini mayoritas kebakaran kecil. "Sosialisasi kita terus lakukan termasuk secara door to door ke masyarakat," kata Rompis.