Hampir Semua Sektor Keuangan Negara Alami Defisit 

Pasalnya, kebijakan ekonomi yang tidak pro rakyat tersebut membuat utang pemerintah menumpuk hingga mencapai Rp 5.227 triliun.

Hampir Semua Sektor Keuangan Negara Alami Defisit 

ilustrasi

Jakarta, RadarKota - Koordinator Gerakan Perubahan (Garpu) Muslim Arbi menegaskan, akibat dari kebijakan ekonomi yang keliru di era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), bukan hanya masyarakat kalangan bawah yang dibuat sengsara. Namun, negara juga dibuat menderita.

Pasalnya, kebijakan ekonomi yang tidak pro rakyat tersebut membuat utang pemerintah menumpuk hingga mencapai Rp 5.227 triliun. Selain itu, juga membuat defisit melanda dihampir semua sektor keuangan negara. Ekonomi juga stagnan diangka 5 %. Tragisnya lagi, mata uang Rupiah hanya berputar dikisaran Rp 14 ribu per dolar. 

"Di tangan Jokowi juga membuat sektor riil tidak jalan. Impor juga menggila dan menggerus ketahanan ekspor terutama disekfor pangan. Akibatnya, ekonomi tidak bergairah," katanya, Kamis, 17 Januari 2019.

Hal tersebut, sambung Arbi, sangat jauh dari janji Jokowi saat kampanye di Pilpres 2014 yakni dibawah Rp 10 ribu per dolar. Padahal, menurutnya, menggenjot proyek infarstruktur dari utang dipastikan akan membebani keuangan negara dan beban anak cucu.