Soal Ceramah Habib Bahar, TGB : Ceramah Harus Menyejukan, Bukan Menghujat

Sebuah ceramah disampaikan dengan cara tidak baik, maka akan kontraproduktif, bahkan menimbulkan fitnah di kalangan masyarakat.

Soal Ceramah Habib Bahar, TGB : Ceramah Harus Menyejukan, Bukan Menghujat

TGB usai menghadiri Seminar Nasional dan Pembukaan PKL II PMII di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (6/12/2018). (Foto: Ronalds)

Jakarta, BerlimaNews - Saat dimintai tanggapan mengenai, ceramah yang disampaikan oleh Habib Bahar bin Ali bin Smith. Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) mengatakan, dalam sebuah ceramah atau memberikan nasehat  dalam keadaban Islam harus dengan bahasa yang menyejukan, bukan menghujat.

"Keadaban Islam itu mengharuskan kita untuk menyampaikan nasehat yang baik, bukan dengan mengujat," kata TGB usai menghadiri Seminar Nasional dan Pembukaan PKL II PMII di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (6/12/2018).

TGB juga menjelaskan, memberikan sebuah nasehat merupakan kewajiban agama. Termasuk, memberikan nasehay kepada pemimpin. "Cara yang diberikan tuntunannya oleh Nabi Muhammad Shallallahu`alaihi Wa Sallam saya pikir tidak seperti itu (hujatan)," jelasnya.

Ceramah juga harusnya disampaikan dengan cara yang baik, agar tidak kontraproduktif hingga bisa menimbulkan fitnah di masyarakat. Sebagai seorang tokoh masyarakat, haruslah bisa memberikan nilai dan keadaban Islam yang sesungguhnya di depan publik.

"Jadi bernasehat itu harus dengan cara yang baik, tidak hanya substansinya baik, tapi caranya pun harus baik. Jadi saya pikir kita siapapun, apalagi sebagai tokoh umat, kita berusaha semaksimal mungkin untuk menghadirkan keadaban Islam yang baik di ruang publik, keadaban Islam itu termasuk diantaranya pola interaksi. Kita jauhkan diri dari saling menghujat, mengumpat, apalagi sesama anak bangsa, termasuk kepada pemimpin-pemimpin kita," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Relawan Jokowi Mania (Joman) membuat laporan pernyataan Habib Bahar dalam video yang beredar di media sosial ke Bareskrim Polri. Laporan itu diterima dengan nomor : LP/B/1551/XI/2018/Bareskrim.

Habib Bahar diduga melanggar Pasal 207 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, serta Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf b angka 1 dan Pasal 45 ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).