Ahmad Dhani Dituntut 2 Tahun Penjara Oleh JPU Atas Kasus Ujaran Kebencian

Tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, terhadap Ahmad Dhani tidak ada hal yang meringankan tuntutan dua tahun penjara atas kasus ujaran kebencian.

Ahmad Dhani Dituntut 2 Tahun Penjara Oleh JPU Atas Kasus Ujaran Kebencian

Ahmad Dhani

Jakarta, BerlimaNews - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, menuntut Ahmad Dhani dengan pidana penjara dua tahun dalam kasus ujaran kebencian yang menjeratnya. Tuntutan tersebut, tertuang dalam surat tuntutan yang di bacakan JPU.

"Berdasarkan uraian di atas kami Jaksa Penuntut Umum menuntut Majelis Hakim yang memutuskan perkara ini menyatakan terdakwa terbukti secara sah menimbulkan kebencian terhadap suatu golongan. Dan menjatuhkan pidana dua tahun kepada terdakwa," kata JPU di PN Jakarta Selatan, Senin (26/11/2018).

Surat tuntutan tersebut, dibuat dengan pertimbangan hal yang memberatkan adalah meresahkan masyarakat. Sedangkan, untuk hal yang meringankan tidak ada. Ada tiga cuitan Ahmad Dhani, yang terbukti menimbulkan kebencian.

Pertama, "yang menistakan agama si Ahok, yang diadili KH Marif Amin," kedua, "siapa saja mendukung penista agama adalah bajingan yang perlu diludahi mukanya," dan ketiga, "sila pertama ketuhanan yang maha esa, penista agama jadi gubernur, kalian waras".

Beberapa barang bukti, diantaranya berupa akun sosial media dan handphone disita untuk dimusnahkan. "Menetapkan barang bukti berupa flash disk berupa isi screen shoot twitter, handphone beserta simcard Indosat, XL dimusnahkan. Kemudian, sebuah komputer, satu email dan akun twitter juga dirampas dan dimusnahkan," ungkap JPU.

Sebelumnya, Jaksa menyebut Ahmad Dhani melakukan ujaran kebencian yang ditulis dalam akun twitternya. Ahmad Dhani dakwa melanggar Pasal 45 huruf A ayat 2 junto 28 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 Junto UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE junto Pasal 55 ayat 1 KUHP. Setelah surat tuntutan yang dibacakan JPU, Ahmad Dhani akan mengajukan pledoi. "Saya akan mengajukan pledoi," katanya.