Terganjal Masalah Diplomatik, Ribuan Dokter Cuba Tinggalkan Brazil

Bolsonaro mendorong pemerintah Kuba mengakhiri perjanjian kerjasama. Tindakan ini membuat jutaan warga Brasil tanpa perawatan medis

Terganjal Masalah Diplomatik, Ribuan Dokter Cuba Tinggalkan Brazil

Dokter Cuba Beramai-ramai Tinggalkan Brazil

Rio De Janeiro, BerlimaNews - Kementerian Kesehatan Brasil telah mengisi hampir semua lowongan dokter yang ada. Hal ini terjadi ketika dokter Kuba di Brasil mulai pulang ke rumah di tengah-tengah masalah diplomatik antara Havana dan Presiden terpilih sayap kanan negara Amerika Selatan itu.

Gelombang pertama ribuan dokter Kuba meninggalkan Brasil pada Kamis (22/11/2018) lalu, setelah kritik dengan kedatangan Presiden Jair Bolsonaro mendorong pemerintah Kuba mengakhiri perjanjian kerjasama. Tindakan ini membuat jutaan warga Brasil tanpa perawatan medis.

Banyak dokter Kuba bekerja di wilayah pedesaan Brasil yang miskin. Kementerian Kesehatan mengatakan dalam sebuah pernyataan, pihaknya telah berhasil dalam tiga hari mendapatkan 92 persen dokter Brasil yang diperlukan untuk menggantikan dokter yang pulang ke Kuba. Lebih dari 17.500 telah terdaftar, sementara hampir 8.000 telah dialokasikan ke kota-kota tertentu.

Bolsonaro mengatakan, para dokter Kuba digunakan sebagai 'budak' karena Havana mengambil 75 persen gaji mereka. Program yang dimulai pada 2013 itu menurutnya bisa dilanjutkan jika para dokter mendapat bayaran penuh dan diizinkan membawa keluarga mereka.

Kuba memiliki layanan kesehatan yang baik dan menghasilkan pendapatan ekspor besar dengan mengirimkan lebih dari 50 ribu pekerja kesehatan ke lebih dari 60 negara. Meskipun mereka hanya menerima sebagian kecil dari gaji mereka, uang itu cukup baik bagi para dokter menurut standar kehidupan di Kuba.